- 0
- 410 words
Universitas Padjadjaran (Unpad) mengambil peran penting dalam penelitian Vaksin Tuberkulosis (TB) yang dikembangkan di dalam negeri. Dalam skenario ideal, diharapkan vaksin tersebut dapat dihasilkan dalam waktu lima tahun ke depan. Peneliti tuberkulosis dari Unpad, Bachti Alisjahbana, menyatakan bahwa target ini sangat realistis dan tim peneliti akan bekerja keras untuk menghasilkan kandidat vaksin yang potensial.
Bachti menjelaskan bahwa pengembangan vaksin TB memerlukan berbagai tahapan penelitian, termasuk pengembangan pemahaman tentang respons imunologis manusia terhadap infeksi TB yang kompleks. “Penelitian mengenai respons inang pada infeksi TB sudah kami mulai dan terus berlanjut,” tambahnya.
Tim peneliti dari Unpad sebelumnya telah terlibat dalam validasi klinis berbagai vaksin TB, di mana mereka mempelajari respons imun tubuh terhadap kuman TB. Penelitian yang telah dilakukan mencakup efek re-vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-GuΓ©rin) serta uji klinis vaksin M72/AS01e yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan farmasi multinasional.
Menurut Bachti, pengalaman terbaru tim Unpad yang relevan dengan vaksin adalah pengembangan vaksin TB berbasis mRNA, di mana uji praklinis pada hewan coba telah dilakukan dan rencananya akan dilanjutkan ke uji coba pada manusia. “Riset vaksin TB yang dipimpin Unpad tidak dimulai dari nol, melainkan dari kandidat vaksin yang telah ada,” ungkapnya. Tim Unpad telah memulai kolaborasi dengan The Jenner Institute di University of Oxford, yang telah mengembangkan kandidat vaksin mRNA dengan respons baik pada mencit.
Hasil penelitian sebelumnya diharapkan dapat menjadi dasar untuk mempercepat pengembangan vaksin TB buatan dalam negeri yang bermanfaat dan dapat diakses. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengentasan TB di Indonesia pada 14 Juli 2026, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meminta Unpad untuk memimpin penelitian dan pengembangan vaksin TB dalam negeri. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita, dan perwakilan dari organisasi riset kesehatan.
Benjamin mengungkapkan kegembiraannya saat mendengar Unpad akan memproduksi vaksin TB, dan mendukung penuh upaya ini. Ia juga menyarankan agar penelitian vaksin TB dipusatkan di Unpad dengan melibatkan pihak lain. Mengingat Rumah Sakit Unpad akan membangun gedung khusus untuk pemberantasan TB, ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan penelitian.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban TB yang signifikan, menyumbang sekitar 10 persen dari kasus TB global dengan estimasi 1,08 juta orang sakit dan 126 ribu kematian. Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, menekankan pentingnya merumuskan langkah-langkah yang akan diajukan kepada Kementerian Kesehatan untuk jangka pendek dan menengah, agar pada tahun 2029 nanti dapat diperoleh hasil yang signifikan dalam penanganan TB.