- 0
- 327 words
Pemerintah Hong Kong berencana untuk menyuntikkan dana sebesar HK$4,6 miliar (setara dengan US$587 juta) ke dalam layanan pos milik pemerintah, Hongkong Post. Suntikan dana ini diharapkan dapat mempertahankan operasional Hongkong Post selama tiga tahun ke depan setelah mengalami delapan tahun kerugian dan penurunan volume pengiriman surat.
Dokumen yang diajukan ke Dewan Legislatif pada hari Rabu oleh Biro Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi mengungkapkan kondisi fiskal yang kurang menguntungkan bagi Dana Perdagangan Pos (POTF) Hongkong Post sejak tahun 2017-2018. Sejak menjadi mandiri pada tahun 1995, Hongkong Post telah mencatatkan delapan tahun berturut-turut mengalami defisit, dengan total kerugian hampir mencapai HK$2,9 miliar. Hal ini sangat kontras dengan laba puncak yang dicapai pada tahun 1997-1998 sebesar HK$1,23 miliar.
Biro tersebut menjelaskan bahwa Hongkong Post menghadapi perubahan operasional yang signifikan. Perkembangan geopolitik telah mengubah layanan pos global, sementara komunikasi elektronik secara permanen mengurangi permintaan untuk surat tradisional. “Perkembangan pesat industri e-commerce telah menyebabkan banyak operator logistik komersial masuk ke pasar, yang memiliki sumber daya besar untuk membangun jaringan logistik dan tim pengiriman mereka sendiri, serta mampu menawarkan layanan pengiriman dari titik ke titik dengan harga yang lebih kompetitif,” ungkap biro tersebut.
Dengan demikian, Hongkong Post kini beroperasi dengan biaya lebih tinggi. Hal ini diperburuk oleh biaya yang dipicu oleh faktor eksternal, termasuk tarif transportasi yang lebih tinggi yang dikenakan oleh penyedia jasa angkutan dan biaya terminal yang dikenakan oleh administrasi pos lainnya. Semua ini membuat sulit bagi Hongkong Post untuk mengurangi biaya secara signifikan dalam waktu singkat.
Situasi ini tentunya menjadi perhatian bagi masyarakat Hong Kong dan juga memberikan gambaran bagi pembaca di Indonesia mengenai tantangan yang dihadapi oleh layanan pos di era digital. Dalam konteks global, di mana pengiriman barang dan dokumen semakin bergantung pada teknologi, penting bagi layanan pos untuk beradaptasi agar tetap relevan. Dukungan pemerintah dalam hal ini diharapkan dapat membantu Hongkong Post menghadapi tantangan dan bertahan di pasar yang semakin kompetitif.